Begadang yang Boleh dan yang Terlarang


Semakin kompleksnya dunia kerja saat ini, bahkan banyak perusahaan yang memiliki kerja shift malam, ini berarti karyawan begadang semalam suntuk untuk bekerja. Sebenarnya bagaimana pandangan Islam mengenai begadang? Inilah pembahasan singkat Begadang yang Boleh dan yang Terlarang.

Mari kita simak terlebih dahulu ayat berikut ini:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (Ar Rum: 23)

Jelas bahwa yang terbaik untuk jasmani dan rohani kita sesuai petunjuk Allah adalah beristirahat di waktu malam, dan bekerja menjemput rezeki di siang hari.

Akan tetapi jika untuk tujuan kemaslahatan, apalagi misalnya bekerja malam hari merupakan satu-satunya jalan keluar mencari penghasilan untuk diri dan keluarga, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

1. Berikan hak tubuh beristirahat!
Jangan sampai kita bekerja malam dan siang tak kenal waktu! Karena hal ini bisa membahayakan jiwa. Bukankah ada beberapa kasus di Jepang yang menewaskan pekerja akibat terlalu lelah bekerja?

Begadang yang terus-menerus tanp tidur inilah yang dilarang dalam Islam:

“Tidak boleh berbuat bahaya dan membahayakan.”

Sekalipun bekerja sebagai programer yang memiliki tenggat waktu, penting untuk memberikan hak tubuh beristirahat!

2. Jangan lupakan kewajiban shalat Shubuh!
Terutama shalat Shubuh. Biasanya setelah begadang semalam suntuk, banyak yang K.O di pagi hari dan tertidur kelelahan di waktu Shubuh.

Ada kisah menarik mengenai hal ini yang perlu kita perhatikan:

Dari Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Hatmah, sesungguhnya Khalifah Umar bin al Khattab tidak menjumpai Sulaiman bin Abi Hatmah saat shalat Shubuh.

Rumah Sulaiman itu terletak antara pasar dengan masjid nabawi. Pada pagi harinya Umar pergi ke pasar. Umar melewati as Syifa, ibu dari Sulaiman.

Khalifah Umar bertanya kepada sang ibu, “Aku tidak menjumpai Sulaiman dalam jamaah shalat shubuh”.

Sang ibu menjawab dengan mengatakan, “Semalaman Sulaiman mengerjakan shalat Tahajud. Pada waktu shubuh matanya tidak kuat untuk diajak bangun mengerjakan shalat shubuh berjamaah.

Khalifah Umar mengatakan, “Sungguh jika aku bisa mengerjakan shalat shubuh berjamaah itu lebih kusukai dari pada aku shalat tahajud semalaman namun tidak kuat untuk bangun shalat shubuh”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya dan berbincang-bincang (tidak bermanfaat) setelahnya. Jika seseorang begadang semalaman dan tidak memberikan hak tidur kepada badannya, bahkan tidak shalat subuh kecuali bangn dengan tubuh yang lelah dan malas, kemudian tidur di awal hari, maka ia telah kehilangan mashlahat yang banyak.”

3. Penuhi hak diri dan orang lain!
Terutama hak keluarga terdekat yang biasanya terabaikan karena begadang semalam suntuk biasanya memiliki konsekuensi tertidur lama di pagi dan siang hari.

Efeknya? Orang yang terlalu sering begadang akan kesulitan bersosialisasi dengan orang sekitarnya. Apakah hal ini berharga untuk ditukar?

Adapun contoh-contoh begadang yang terlarang atau sebaiknya ditinggalkan adalah sebagai berikut:

- Begadang karena menonton pertandingan bola/ menonton film. Jika memang ingin, tidur lebih cepat sebelumnya. Misalnya setelah shalat Isya langsung tidur, sehingga tubuh kita sudah mendapat hak istirahat.

- Begadang karena bermain game online

- Begadang karena insomnia dan tidak pernah berusaha untuk menyembuhkan penyakit sulit tidur itu.

Demikianlah beberapa hal mengenai begadang yang perlu diperhatikan. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Begadang yang Boleh dan yang Terlarang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Komentar sahabat Akan menjadi Inspirasi Bagiku