Mengelola Emosi Negatif Agar Kesehatan Mental Selalu Terjaga


Dalam menjalankan tugas sebagai ibu dan istri dengan durasi kerja hampir 24 jam setiap hari tentu membuat kita kelelahan, dan rasa lelah yang berlebihan terkadang membuat kita lebih mudah tersulut emosi negatif, entah itu marah, sedih dan masih banyak lagi. Jika emosi negatif sudah menguasai diri kita, biasanya rasa lelahnya semakin terasa, di samping itu kita juga menjadi kehilangan fokus menjalankan berbagai aktivitas.

Padahal saat kita terampil mengelola emosi negatif, maka rasa lelah yang ada dapat kita minimalisir, terutama untuk para ibu yang masih memiliki balita tanpa ART dimana waktu istirahat mungkin begitu minim, dengan keterampilan mengelola emosi negatif, tubuh akan terus terasa segar, karena sebenarnya kondisi fisik itu lebih dominan dipengaruhi oleh kondisi mental. Dengan kondisi mental yang selalu prima, biasanya fisik pun akan ikut prima.

Lalu seperti apa sih mengola emosi negatif itu : 

1. Saat kita mendadak merasa ingin marah, sedih atau rasa negatif  lainnya, segera kenali perasaan itu dengan spesifik, jangan abaikan apalagi dilawan. Banyak para ibu yang beranggapan melawan semua perasaan negatif dengan harapan semua rasa itu segera hilang, padahal penolakan terhadap perasaan yang ada justru membuat semuanya semakin terasa, jadi lebih baik segera kenali lalu kita terima.

2. Setelah kita dapat mengenali emosi negatif yang ada, lalu kita coba untuk menelusuri apa penyebabnya, jika semua berasal dari suami ,anak kita atau bahkan orang lain, maka cobalah untuk ber empati pada kesalahan yang mereka perbuat. Jika rasa negatif hanya berasal dari kelelahan aktivitas domestik maka segera buat list pekerjaan, lalu kita tentukan prioritas pekerjaan, realistis pada kondisi fisik akan membuat kita jernih dalam membuat prioritas pekerjaan dan tidak serabutan ingin mengerjakan semuanya sekaligus.

3. Saat kita sudah mampu menangkap dengan spesifik emosi negatif yang ada, dan kita paham penyebabnya, maka biarkan badan rileks sebentar, maka rasakan lah energi positif kita nanti akan keluar sedikit demi sedikit menetralisir emosi negatif yang ada, sehingga badan menjadi bugar kembali.

4. Manfaatkan lah fasilitas sholat dan tilawah, meskipun kita minim istirahat, usahakan untuk bisa khusyu saat sholat dan tilawah, karena sholat dan tilawah yang khusyu besar sekali efeknya dalam menetralisir emosi negatif. Dan khusyu itu tidak identik dengan durasi yang lama, jika kita seorang ibu ber balita tanpa ART bisa jadi waktu sholat atau tilawah pun tidak banyak, jadi khusyu di sini maksudnya fokus,  pusatkan fokus kita kepada Allah.

5. Selain sholat dan tilawah, masih ada fasilitas doa. Maka sering-sering lah berdoa dalam berbagai keadaan, dengan doa yang paling kita sanggup lakukan, . Dan jika emosi negatif masih terus terasa, minta saja dalam doa kita agar Allah membantu mengangkatnya, saat kita yakin Allah akan bantu, sesungguhnya Allah itu sesuai dengan persangkaan hamba.

demikianlah jika memiliki emosi negatif itu sesuatu yang sangat manusiawi, saat kita menerimanya dengan tulus lalu berlatih mengelolanya dengan terus minta bantuan Allah, insya allah mental kita akan bugar terus meski waktu istirahat kita tidak banyak, sehingga semua kewajiban kita sebagai istri dan ibu akan terus berjalan lancar.

Artikel Terkait

Mengelola Emosi Negatif Agar Kesehatan Mental Selalu Terjaga
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Komentar sahabat Akan menjadi Inspirasi Bagiku