Haruskan Aku Bersedih


Dalam keheningan malam
Sejenak keterpaku menatap rembulan
Yang tersenyum ramah menyapaku

Wahai rembulan
Apakah kuharus berterima kasih
Kala engkau hadir
Apakah kuharus membencimu
Saat engkau berlalu

Saat aku berdiri….
Jangan engkau bertanya
Mengapa aku ada ditempat ini
Mengapa kutersenyum saat kuberlalu dari asrama ini
Kuyakin engkau punya jawaban untuk itu
Ataukah kuharus teteskan airmata untuk sebuah perpisahan
Ataukah engkau masih menyisakan sepotong senyum untuk kembali

Masih tersisa bilur penderitaan
Jiwa yang terbebas dari lingkaran norma
Sesaat kurelakan untuk sebuah masa depan

Raga yang telah terbiasa dengan kebebasan
Sementara patuh oleh etika
Saat hariku kuberikan untuk sebuah kemerdekaan
Saat itu jua kuharus bergelut dengan aturan dan disiplin
Dan
Saat hati terbuai dengan kelembutan seorang dewi
Saat itu juga kuharus rela untuk jauh darinya

Apakah aku menyesal?
Yakinkan jiwaku untuk menjawab “tidak”
Untuk sebuah cita dan pengharapan
Kebebasan itu hanyalah semu
Karena segala sesuatu ada waktunya dan akan indah pada waktunya
Dan
Kebersamaan dan kemesraan yang telah terjalin
Menjadi nostalgia yang indah untuk dikenang.


By:Jhon
Puisi saat perpisahan Prajabatan Propinsi Bengkulu
Bengkulu-Desember ‘01

Artikel Terkait

Haruskan Aku Bersedih
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Komentar sahabat Akan menjadi Inspirasi Bagiku