Puisi Pacaran Jarak Jauh



Walau jarak memisahkan raga kita, hati kita akan selalau menyatu.
Beradu dengan debu paling syahdu.
Berbaur dengan rindu dan pilu.
Sesaat angin berhembus menerpa kerentaan dalam tubuh ini.
Aku sedang duduk membisu dalam gelapnya malam ketika ku rasakan rindu yang amat dahsyat mengusai bathin ini.
Terbuai dengan ocehan binatang malam disaksikan ribuan bintang ku teteskan air mata ini begitu saja.
Akankah kebahagiaan yang pernah ku rasakan ketika mendekap erat tubuhmu yang hangat akan selalu dapat kurasakan setiap saat aku membutuhkannya.
Sesungguhnya aku takut kehilanganmu.
Aku tak mau kau pergi meninggalkanku selamanya seperti mawar yang lemah tak berdaya ditimpa hangatnya cahayamu.
Akankah apa yang kutakutkan terjadi.

Artikel Terkait

Puisi Pacaran Jarak Jauh
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Komentar sahabat Akan menjadi Inspirasi Bagiku